MENCARI JATI DIRI ..
MENCARI ILMU DIMANA SAJA ..
KARNA NAMA BAIK LEBIH BERHARGA DARIPADA KEKAYAAN DUNIA ..

Saturday, September 20, 2014

Managing Systems Projects



Manajemen projek untuk professional Teknologi Informasi meliputi planning, scheduling, monitoring and controlling, dan pelaporan terhadap perkembangan sistem informasi.

Projek yang berhasil harus tepat waktu dalam penyelesaiannya dengan budget tertentu, dan menghasilkan kualitas produk yang memuaskan pengguna sesuai dengan persyaratan yang diinginkan sebelumnya oleh pengguna.

Gambar 1: Penyesuaian(Adjustment) diperlukan untuk menyeimbangkan setiap ada perubahan.

Manajer projek bertanggung jawab untuk perencanaan projek, penjadwalan, monitoring, dan pelaporan. Empat aktivitas projek yang utama:
  1. Projek perencanaan: meliputi kegiatan mengidentifikasi semua tugas projek, memperkirakan waktu penyelesaian tugas, dan biayanya,
  2. Projek penjadwalan: meliputi pembuatan table waktu projek/tugas kerja, pemilihan anggota team projek, pemberian tugas spesifik untuk masing-masing anggota team. Projek penjadwalan menggunakan table Gantt dan table PERT/CMP.
  3. Projek pemantauan: memerlukan pengawasan, pendampingan, dan koordinasi beban kerja team. Manajer projek harus memonitor perkembangan, mengevaluasi hasil, dan melakukan tindakan pengkoreksian ketika diperlukan dalam mengontrol projek sesuai dengan target yang diinginkan.
  4. Projek pelaporan: meliputi pelaporan kemajuan hasil kerja ke manajemen, pengguna, dan kepada team projek sendiri.

Project Activities and Planning Steps

Gambar 2: Tiga tahap didalam projek perencanaan.


Setiap aktivitas merupakan bagian dari kerangka kerja, dimana dibagi menjadi tiga tahap didalam projek perencanaan:
  1. Menciptakan WBS (Work Breakdown Structure)

Work Breakdown Structure (WBS): Membagi projek kerja menjadi beberapa tugas yang lebih sederhana. Dapat dipelajari dengan table Gantt dan tabel PERT/CPM.
Gambar 3: Tabel atas adalah contoh tabel Gantt, sedangkan tabel bawah adalah contoh tabel PERT/CPM.

Tabel Gantt dikembangkan oleh Henry L. Gantt , menampilkan beberapa tugas dalam sebuah kolom vertikal dan waktu durasi pengerjaan beberapa kolom horizontal.

Tabel PERT (Program Evaluation Review Technique) dikembangkan oleh U.S. Navy. Tabel CPM (Critical Path Method) dikembangkan oleh industry tertentu yang menangani projek yang kompleks.
Bagaimana membuat WBS:
  1. Membuat daftar tugas yang akan dilakukan: identifikasi dan mendeskripsi masing-masing tugas.
  2. Memperkirakan durasi kerjanya.
Faktor yang mempengaruhi durasi kerja:
  1. Besar kecilnya projek
  2. Sumber daya manusia (Human Resources)
  3. Pengalaman projek
  4. Hambatan: waktu, biaya, dan SDM

  1. Mengidentifikasi pola tugas
Pola tugas memiliki beberapa bentuk seperti dependent tasks (tugas yang bergantungan) , multiple successor tasks, dan multiple predecessor tasks.
Gambar 4: dependent tasks (tugas yang bergantungan)
Gambar 5: dependent tasks (tugas yang bergantungan) dan multiple successor tasks
Gambar 6: dependent tasks (tugas yang bergantungan) , multiple successor tasks, dan multiple predecessor tasks


  1. Mengkalkulasi “the critical path”

Gambar 7: Semua projek membutuhkan waktu 95 hari. (Warna merah menunjukan “critical path” waktu pengerjaan karena task 4 waktunya lebih lama daripada task 3)


PROJECT MONITORING AND CONTROL
Manajer projek harus menjaga tujuan utama projek, memonitor kemajuan kerja team, dan membandingkan kemajuan kerja dengan rencana projek apakah sesuai atau tidak.

REPORTING
Setiap team projek melaporkan hasil kemajuan kerjanya secara regular kepada manajer projek, dimana manajer projek akan melaporkan hasil tersebut kepada manajemen dan pengguna.



RISK MANAGEMENT

Manajemen resiko merupakan proses mengidentifikasi, menganalisis, mengantisipasi, dan memonitoring resiko untuk meminimalkan efek ke projek kerja.

Tahapan dalam manajemen resiko:
  1. Mengembangkan sebuah rencana manajemen resiko
Mengulas jangkauan projek kerja, budget, penjadwalan projek, factor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi projek.
  1. Mengidentifikasikan resiko
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan resiko dan efek potensial terhadap projek.
  1. Menganalisis resiko
Menganalisis dan memperkirakan pengaruh efek potensial resiko terhadap projek.



Referensi:
[1] Shelly, G.B., Rosenblatt, H.J., Systems Analysis and Design Ninth Edition. Course Technology. 2012. Boston, USA.

Penulis: Yusia / Kaleb


READ MORE

Tuesday, August 12, 2014

Firman Tuhan Bagi Perantau Agar Sukses


Kumpulan ayat-ayat Firman Tuhan untuk menguatkan iman ketika saya berada di Makassar,

Jika anda adalah seorang perantau, ini sangat berguna bagi pedoman hidup anda agar anda berhasil ditempat perantauan anda.

  1. Ulangan 28:1 – ini adalah pedoman untuk anda menjadi orang berhasil.
  2. Matius 10:16 – memberikan petunjuk pada anda dalam melakukan sosialisasi dengan lingkungan perantauan anda.
  3. Ulangan 8:17-18 – ayat ini mengingatkan anda jangan menjadi sombong ketika anda berhasil dan sukses.
  4. Kejadian 12:1-3 – ayat ini yang dapat meneguhkan anda, bahwa anda memang telah Tuhan rencanakan untuk berkerja dimana anda berada. Tetaplah berpegang teguh pada Tuhan maka Tuhan akan menjadikan anda orang yang diberkati ataupun menjadi berkat bagi orang lain.
  5. Yahya 14:15-18, 26 – ayat ini mengingatkan anda jika anda hampir melakukan kesalahan fatal.
  6. Maleakhi 3:10 – jika anda ingin semakin diberkati berilah perpuluhan kepada Tuhan.

Semoga kutipan ayat-ayat ini dapat membantu anda menjadi orang yang berhasil di daerah perantauan. Tuhan Yesus Memberkati.



Created by Yusia/Kaleb
Makassar, 4 Agustus 2014

READ MORE

Sunday, July 27, 2014

Menolong Orang Lain dengan Iman Kita

Dalam kehidupan orang Kristen, kita pasti mengalami suatu ketergantungan satu sama lain. Ketergantungan atau mutualisme merupakan sebuah seni interaksi antara memberi dan menerima yang bergantung pada orang yang bersangkutan tersebut.

Alkitab mengatakan:
“The way God designed our bodies is a model for understanding our lives together as a church: every part dependent on every other part” (1 Corinthians 12:25)

Mutualitas merupakan jantung dari kebersamaan atau persekutuan.  Membangun hubungan timbal balik, berbagi rasa tanggung jawab, dan saling membantu.

Paulus berkata, “I mean that I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you” (Romans 1:12).

Setiap orang dari kita pasti akan konsisten dalam kehidupan iman kita, ketika orang lain yang bersama dengan kita mendukung kita. Alkitab mengatakan dan memerintahkan kita untuk saling bertanggung jawab, saling mendukung, saling melayani, dan saling menghormati.

Alkitab mengatakan:
“Make every effort to do what leads to peace and to mutual edification” (Romans 14:19).


Tuhan mengharapkan kita untuk dapat menolong/membantu apapun yang dapat kita lakukan untuk orang lain.



Penulis: Yusia/Kaleb
Source:

READ MORE

Admin Cikadut's Blog